Monday, September 22, 2008

Memories of HMIF IT Telkom (formerly STT Telkom)

Pagi ini, ba'da shubuh saya chatting dengan kang Wahyudi -alumni IF angkatan '92- yang kini bekerja di Telkom UNER 3. Dalam pembicaraan, juga saya sampaikan undangan buka bersama dari teman-teman HMIF sore hari ini. Karena memang momentum ramadhan adalah waktu yang paling pas bagi kita (alumni) untuk berkumpul bersama. Mudah-mudahan tradisi ini bisa berlanjut terus, karena dalam acara ini sering ada sharing knowledge dan experience dari para alumni yang telah me-langlang buana di dunia IT. So, pastinya apa yang mereka sampaikan juga bisa menjadi motivasi bagi teman-teman yang masih ada di Kampus.
Singkat cerita, rupanya kang Wahyudi baru saja melihat-lihat ke FS HMIF IT Telkom. Melalui Google Talk, dia mengirimkan foto untuk saya. Penasaran juga jadinya. Foto apa gerangan yang dikirim ke saya ini. Tapi tak seberapa lama muncul lah gambar di bawah ini


Ternyata oh ternyata itu adalah foto yang diambil kurang lebih 3 tahun yang lalu ketika kita sedang mendampingi acara Mabim 2005. Di foto tersebut ada Mas Goen, Andhika, Mas Loethfi, TP, Saya, dan Singgih.
Berikutnya, kang Wahyudi juga mengirimkan foto:


Foto ini diambil ketika seluruh pengurus HMIF dikerahkan untuk berjualan donat berhubung pada awal kepengurusan kang Erda (HMIF 2005-2006), HMIF tidak punya cadangan kas yang cukup banyak untuk mendanai proker-proker Himpunan. Sejak saat itu juga, HMIF menjadi Himpunan yang paling kreatif dalam menghasilkan uang. Dari mulai jualan snack di sekre yang mana penghuni sekretariat lah yang jadi sasaran paling empuk untuk membelanjakan uangnya di jajanan sekre. Alhamdulillah, periode ini HMIF berhasil menyisakan kas yang sangat banyak untuk kepengurusan berikutnya.
Oleh karena itu, kecintaan kita (ex pengurus) kepada HMIF tidak akan pernah hilang karena dari organisasi ini lah berbagai pembelajaran dan proses saya dapatkan. Hingga akhirnya, walau sudah lama berlalu tapi tetap membanggakan untuk di ingat.











The memories of HMIF. The precious parts in our life, it's unforgetable, coz we were soldier of HMIF STT Telkom

Saturday, September 20, 2008

My 3 Words Length Name

I will choose Arki Rifazka Warsito as my 3 words length name. Warsito was picked from my father last name. Does it a matter? for entering some countries, yes it's a serious matter. For example, when I'm going to KSA (Kingdom of Saudi Arabia) in order to attending an ICT conference, each member of the delegation have to put addition name after the last name. So, I put Warsito after Arki Rifazka instead of Bin Warsito.

Somehow, this experience maybe considered when I'm going to give name for my son later on. The pattern would be:

(First_name) (Middle_name) Rifazka

Hehehehe...

Regard,

ARW (Arki Rifazka Warsito)

Tuesday, September 16, 2008

Badawi: Itu Cuma Mimpi Belaka

One more from Malaysia

Perdana Menteri (PM) Malaysia Ahmad Badawi menyebut klaim Anwar Ibrahim untuk merebut kekuasaan sebagai "mimpi belaka". Ditegaskan Badawi, apa yang dilakukan Anwar hanya buang-buang waktu.

Anwar sebelumnya mengatakan akan membentuk pemerintahan baru dengan para anggota parlemen yang membelot. Pemimpin oposisi Malaysia itu juga meminta pertemuan dengan Badawi guna menunjukkan daftar nama anggota parlemen dan membahas pengalihan kekuasaan.

Namun Badawi menyebut itu sebagai kebohongan politik yang dilakukan Anwar. "Ini buang-buang waktu kita. Itu permainan kebohongan politik oleh Anwar Ibrahim dan orang-orang memilih untuk percaya dia," cetus Badawi pada konferensi pers di Kuala Lumpur, Selasa (16/9/2008).

"Dia tak punya substansi tapi orang-orang akan terus terkagum-kagum padanya," kata pemimpin negeri jiran itu.

Badawi juga menegaskan dirinya tak akan mundur. "Kenapa saya harus terdesak? Itu cuma mimpi belaka. Jika semua itu benar, Anwar pasti sudah mengumumkannya sekarang. Seluruh dunia harusnya sudah tahu," ejek Badawi seperti dilansir AFP, Selasa (16/9/2008).

"Kalian pikir dia akan meminta bertemu saya untuk membahas transisi? Dia akan menyerbu kantor saya dengan ratusan orang di belakangnya, sambil meneriakkan kemenangan. Begitulah gaya Anwar," celetuk Badawi.

Badawi terus didesak mundur sejak pemilihan umum Maret lalu, yang hasilnya menunjukkan perolehan kursi oposisi yang melonjak tajam di parlemen. Usai pemilu itu, Anwar menetapkan target 16 September untuk membujuk setidaknya 30 anggota parlemen dari kubu pemerintah untuk membelot ke pihaknya dan memungkinkan Anwar membentuk pemerintahan baru.(ita/iy)

 
Design by Wordpress Theme | Blogger Templates | JCPenney