Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Thursday, April 23, 2009

Businessmen Jobs

Yesterday, April 22nd, 2009
Pekanbaru




April 17th, 2009
Jakarta - Facilitating the Visitation of University of Riau to the HP Head Office

April 5th, 2009
Medan





April 3rd, 2009
Pematang Siantar






April 1st, 2009
Nanggroe Aceh Darussalam






March 24th, 2009
Bandung - Attending the Alumni Gathering





March 2009
Belawan Port, North Sumatera




Sunday, August 03, 2008

Preparing SKB IT Center



Saat ini saya dan teman-teman sedang menggarap SKB IT Center, masih seperti ide sebelumnya, saya akan membuka pusat layanan bisnis terpadu di SKB IT Center, tapi masih fokus ke sisi IT. Jadi di tempat yang rencananya akan di launch pada tanggal 8 Agustus 2008 ini, akan terdiri dari beberapa usaha sekaligus. Karena sekarang banyak pelanggan yang menginginkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya.
Perkembangan terakhir, kami masih terus mengumpulkan investasi dari para investor dan juga calon investor yang baik hati. Meskipun diparalel usaha sudah mulai dibuka.

Berikut ini saya tampilkan gambar terbaru dari lokasi yang akan dibangun SKB IT Center

Pintu Masuk SKB IT Center


PC Desktop untuk Printing


PC Desktop dan Printer


Layout PC Desktop


PC yang kami gunakan memiliki spec: AMD Sempron 2GHz, RAM 1 Giga, VGA ATI On Board (up to 512 MB), dan Monitor Samsung 17". Sisanya Keyboard dan Mouse Optic untuk menambah kenyamanan dalam penggunaannya.

Begitu dulu reviewnya, saya mau siap-siap berangkat ke jakarta untuk manggung di depan Investor dan bertemu Client untuk usaha yang lainnya. Ok. Wassalam

Saturday, August 18, 2007

Time to Refresh, Jakarta Here I Am

Semenjak kedua orangtua saya pindah ke Pekanbaru pada awal bulan mei lalu, saya semakin jarang pulang ke Jakarta. Karena yang biasa dipeluk dan dicium tangannya sudah pindah kota. Maklum saja, bapak atau yang biasa saya panggil dengan sebutan ayah adalah pegawai. Jadi harus siap sedia ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan perusahaannya. Sehingga akhirnya mama pun juga ikut mendampingi Ayah ke pekanbaru. Dan tak lupa si kecil dan kriwil Farhan (adik sepupu-red) juga ikutan. Jadilah rumah di jakarta itu tidak berpenghuni selama beberapa minggu. Hingga akhirnya, kak Nurul yang tadinya ngekos di daerah kebayoran baru, resmi menjadi penunggu rumah di Ciputat.

Btw, ingin mengingatkan sedikit bahwa saat ini saya masih berstatus "mahasiswa" tingkat V. Hehehe...udah masuk masa perpanjangan studi nih. But it's ok. Insya Allah dengan begitu tingkat kematangan dalam menghadapi dunia kerja pun akan semakin meningkat, walaupun juga tidak bisa dengan sendirinya. Tetap saja harus melalui berbagai macam jalan berliku, gunung dan bukit, serta jalan setapak yang licin dan curam. Lho kok jadi puitis ya? Ya itulah mahasiswa, selalu punya berbagai macam pembelaan dan pembenaran atas pilihan hidup yang ia ambil.

Sebenarnya inspirasi postingan blog yang tidak begitu penting ini, saya latar belakangi dengan berbagai macam pertimbangan. Diantaranya; pertama, koneksi inet di rumah jakarta lumayan "kencang" karena menggunakan TELKOMSpeedy (bantu promosi dikit), lalu yang ke-dua karena saya sudah lama tidak blogging lagi; dan yang ke-tiga, berhubung saya sudah lama tidak pulang dan bersantai-santai di jakarta, dan sekarang sedang menikmati waktu santai di Jakarta, jadi pengen nulis-nulis dan berbagi dengan temans blogger yang lain. :-)

Hari pertama bersantai di Jakarta diawali pada hari Kamis Siang. Saya dan Kang Yudi (Teman Kantor saya yang sama-sama ditugaskan ke Jakarta) iseng jalan-jalan ke Monas dengan maksud menikmati hamparan alun-alun yang luas di tengah rimbunnya hutan gedung di Ibukota. Wuih anginnya kuenceng buener!!

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Istiqlal, dan ternyata saat itu Masjid yang megah tersebut sedang disterilkan karena hendak didatangi oleh Presiden SBY yang ingin melakukan tasyakur dan Doa Bersama dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-62. Tapi beruntung berkat lobi yang baik, kami diperbolehkan masuk untuk melakukan sholat ashar dan dzuhur di dalam.

Setelah itu, saya mengantarkan kang Yudi ke tempat adiknya di daerah Pisangan Lama, lalu makan malam dan berpisah dengan beliau karena saya tidak kembali lagi ke Bandung. Malam itu, untung saja ada saudara sepupu yang bersedia menjemput saya di Mc Donald Pancoran. Padahal tadinya mau pulang ke Ciputat, tapi badan sudah tidak kuat lagi Ingin segera menikmati hamparan kasur di atas tempat tidur. Akibat bertarung dengan kemacetan di daerah Jatinegara yang gak ketulung ampun.

Besok paginya dapet rezeki lagi, karena ternyata Ari bersedia meminjamkan motornya selama saya di Jakarta. Lumayan lah jadi terbantukan dari sisi mobilitas. Jadilah sekarang Arki Rifazka Pengendara Vario dalam 3 hari untuk sementara (mirip judul Film ya...) Hehehe..

Jakarta, Here I Am!!!

Friday, February 09, 2007

Lost of Empathy

Prolog
Tadi malam menjelang dini hari, saya dan Topan pergi ke Mang Ade Coffee Shop. Kami memang sudah biasa pergi ke sana dengan tujuan mengisi perut yang sudah kelaparan minta diisi. Seperti biasa, kegiatan kami tidak berbeda dengan malam-malam sebelumnya, duduk-duduk sambil minum kopi, nonton TV, ataupun makan gorengan yang akrab disebut bala-bala dan tak lupa cengeknya (baca: cabe) juga.

Sekilas tentang warung mang Ade, tempat ini termasuk tempat favoritnya anak-anak ST3 untuk kongkow-kongkow di malam hari. Karena selain harga masakan atau minumannya murah dan realistis, penyajiannya juga cepat dan yang terpenting dia termasuk salah satu warung yang bisa mengatasi rasa lapar pelanggannya yang pada dini hari. Jadilah akhirnya warung mang Ade dinobatkan sebagai one of the favourite coffee Shop at Sukabirus Avenue.

Jakarta in flood,
live watch from Mang Ade Coffee Shop

Sebagaimana diberitakan di berbagai media, Jakarta kini tengah dilanda banjir besar yang konon kabarnya adalah banjir 5 tahunan. Tidak tanggung-tanggung, tidak kurang 60% wilayah Jabodetabek (baca: Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) terendam air dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Dari mulai banjir yang setinggi 30 centimeter sampai dengan banjir yang menenggelamkan rumah setinggi satu tingkat ada di berbagai penjuru Ibukota Negara Republik Indonesia yang digawangi oleh Bang Yos - Bus Way

Sikap Pemerintah

Dengan bencana banjir ini, maka sudah seharusnya pula pemerintah daerah (pemerintah DKI Jakarta) ikut bertanggungjawab dan tidak lepas tangan. Sebab saat ini masyarakat membutuhkan peran pemerintah dalam mencarikan solusi dalam permasalahan sosial ini. Disamping itu, masyarakat pun berharap agar pemerintah dapat hadir ditengah-tengah mereka sebagai pihak yang menenangkan hati warganya, bukan malah menjadi entitas yang menambah kekesalan dan kekecewaan masyarakat dengan pernyataan-pernyataan se-enake dewe nya.

Sebetulnya banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah selain hanya memberikan statement resmi melalui media. Diantaranya meninjau langsung ke tempat bencana, menggalang bantuan dari masyarakat yang tidak menjadi korban banjir, ataupun secara langsung mengucurkan dana APBD bagi para penduduk Jakarta. Karena percaya atau tidak, masyarakat kini sudah bosan dengan pernyataan-pernyataan pemerintah yang hanya sebatas Lips Service belaka. Terlebih lagi hampir semua pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pejabat pemerintah negara ini, tidak lagi mengambarkan bahwa pemerintah masih memiliki Sense of Crisis dan Emphaty terhadap musibah banjir terbesar yang menimpa wilayah Jabodetabek.

Yusuf Kalla di TV Mang Ade
Dia adalah salah satu pejabat negara yang saya anggap sudah mengalami disorientasi. Bagaimana tidak, tadi malam saya dibuat terperanjat oleh pernyataan yang ia keluarkan di Televisi terkait dengan musibah banjir Jabodetabek. Selain itu dalam siaran tersebut juga terlihat bagaimana sikap ia ketika berjalan memasuki ruangan tempat ia memberikan pernyataan resminya.

SBY - JK

Di tengah kondisi yang sulit ini, ia masih bisa tersenyum "cengengesan" dan berjalan dengan langkah yang santai seakan-akan everything is going fine in Indonesia. Sejujurnya, I'm really disappinted with him, furthermore dalam statement resminya tersebut, ia mengatakan bahwa ia baru saja bertemu dengan beberapa pengusaha real estate. Dan menginstruksikan kepada mereka agar perumahan yang nantinya akan dibangun di Jabodetabek sekalian saja dibuatkan danau atau minimal kolam pemancingan, agar nantinya air yang berpotensi menimbulkan banjir dapat ditampung di penampungan air tersebut.

".....sekalian saja dibuatkan danau atau minimal kolam pemancingan, agar nantinya air yang berpotensi menimbulkan banjir dapat ditampung di penampungan air tersebut"

Menurut saya, tidak sepantasnya seorang wakil presiden mengeluarkan statement seperti itu. Pernyataan itu sama sekali tidak solutif, masih penuh dengan dugaan, dan sepertinya tidak didasari pada analisis ataupun pengkajian yang mendalam sebelumnya. Mungkin dari sinilah saya baru memahami urgensi dari memiliki dan membangun rasa empati terhadap penderitaan orang lain. Karena bisa jadi sifat empati itulah yang kini telah menghilang dari hati para pejabat negara kita.

-FINISH-

 
Design by Wordpress Theme | Blogger Templates | JCPenney