Monday, January 22, 2007

SEKANTOR (Finish)

Sabtu kemarin, saya kembali bertandang ke ITB dalam rangka mengikuti SEKANTOR. Masih dengan tema yang sama, yaitu Membangun Gerakan Pemuda dalam pemberantasan Korupsi di Indonesia.

SEKANTOR yang bertempat di Aula Timur ITB


Pembicara yang hadir belum ada yang familiar di kuping saya, kecuali pak Khairansyah Salman. Salah satu anggota KPK yang berhasil meringkus pelaku korupsi di KPU. dalam diskusi tersebut beliau memaparkan betapa ruwetnya skema kebocoran dana di Indonesia. Terlebih lagi kebocoran tersebut terjadi tidak hanya pada instansi pemerintahan, melainkan juga pada masyarakat dan swasta.

Khairansyah Salman


Sehingga kemudian beliau mengajak kita berpikir, kira-kira mahasiswa akan memulai dari elemen yang mana? Pemerintah, masyarakat ataukah swasta? Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menumpas habis korupsi di Indonesia?Itu semua memang tidak harus terjawab saat ini, akan tetapi sangat penting untuk dipikirkan saat ini dan tentunya untuk diambil tindakan yang nyata pada masa yang akan datang. Bisa itu semenit, sehari, sebulan, ataupun setahun lagi. Bergantung pada kita, pemegang kunci perubahan di Indonesia.

Tukang Foto


Sebenarnya tema acara kemarin agak melenceng dari tujuannya. Karena isi materi yang didiskusikan dalam forum tersebut tidak banyak menekankan pada peran-peran strategis mahasiswa dalam memberantas korupsi di negara kita. Sehingga menurut saya acara kemarin tidak jauh beda dengan seminar yang diisi oleh Lendo Novo, Ihsanudin Noersy, dst. pada hari Rabu, 17 Januari 2006.

Seminar berakhir pada pukul 13.00 WIB. Ditutup dengan persembahan dari UKM seni dan budaya Sunda ITB (LSS ITB), yang mengundang tawa dari seluruh audiens di Aula Timur ITB. Selepas itu, peserta dipersilahkan melaksanakan sholat Zhuhur. Saya dan Topan pun segera menuju Masjid Salman. Selesai sholat zhuhur dan jamak ashar (saya berencana pulang ke Jakarta setelah acara berakhir), saya segera ke tempat penitipan sepatu karena sepertinya topan sudah duluan ke sana. Sesampainya di depan salman, bang top sudah menunggu. Dengan tampang yang kelaperan, dia ngajak saya ngambil makan siang ke ITB. Ya, akhirnya kami bergegas, takut kehabisan

(sambil jalan ke arah kampus ITB, tiba-tiba...)

"Fan, fan..itu Khairansyah Salman!", kataku. "Kita minta kartu namanya yok!"
Tanpa pikir panjang, langsung aja kita mendekat dan memperkenalkan diri ke beliau dan memberitahukan bahwa kita dari STT Telkom. Usai bersalaman kami langsung minta kartu namanya. Beliau memberikan kepada kami masing-masing satu kartu namanya. Sayang Ketua Dewan dan Menkopolkum hingga kini belum punya kartu nama. Jadinya gak ada yang bisa ditukarkan kepada Pak Khairansyah. Masak pake KTP? Gak lucu banget kan!!
Ah gak penting..sok-sok an aja itu mah. Hehehe...

Sempat juga terjadi obrolan ringan. Salah satunya, berkembang dari pertanyaan tentang alamat tempat tinggal beliau, yang ternyata satu daerah dengan rumah orang tua saya di Ciputat. Hanya saja beliau di Pamulang Permai, yang mana untuk mencapainya harus melewati ps. Ciputat dengan kemacetannya atau melalui Cirendeu/Pondok Cabe.

Btw, tanpa disangka juga, ternyata acara Sekantor juga ditutup dengan pawai anti korupsi yang rutenya ITB-Gedung Sate. Polisi pada panik, maklum pemberitahuannya agak mendadak. Hehehe..maaf ya pak! Namanya juga mahasiswa.

Barisan STT Telkom


Tapi tenang aja, aksi kita damai-damai saja kok. Apalagi teman-teman KM ITB benar-benar menjaga kondusivitas aksi. Sampai-sampai pagar Gedung Sate pun juga tidak boleh digoyangkan oleh peserta aksi.

Rekan-rekan KM ITB berjaga-jaga di depan pagar Gedung Sate


Yah,...gak seru banget kan. Padahal, nyang namenye ngingetin korupsi mah, jangan tanggung-tanggung! Itu kan kejahatan terhadap kemanusiaan..

1 comments:

bang topan said...

korupsi.... TOLAK
koruptor... GANTUNG !!!

 
Design by Wordpress Theme | Blogger Templates | JCPenney