Thursday, March 08, 2007

Anti-Optimis

Seringkali dalam aktivitas sehari-hari, manusia dihadapkan pada suatu tantangan atau ujian yang rasa-rasanya tidak akan mudah untuk dilalui. Padahal belum juga ia mencoba dan berusaha dengan segenap tenaga dan pikiran. Kebanyakan rasa was-was lah yang muncul lebih dahulu dari dalam hati manusia. Hingga tak jarang perasaan tersebut pada akhirnya membuat manusia mengurungkan niatnya untuk melakukan amal kebaikan di dalam kehidupannya.

FYI, fenomena ini mungkin pernah juga teman-teman alami. Karena sejujurnya saya pun pernah berkelut dengan rasa was-was seperti diatas. Kalau tidak salah ketika itu saya diberi amanah menjadi mentor MPAI 2005. Itu lho, semacam media pendampingan dan pembinaan untuk mahasiswa baru (angkatan 2005), sebagai bagian dari kuliah Agama Islam. Bisa dibayangkan...gejala ketidak-pedean, gundah, dan merasa belum siap, menghiasi hati. Akan tetapi, keragu-raguan itu pada akhirnya hilang seiring dengan saya menjalani amanah tersebut. Sebab memang benar, terkadang kita sering takut "tidak sukses" pada suatu hal/pekerjaan yang kita anggap berat, padahal belum lagi kita mencoba mengerjakannya. Sehingga semakin hari semakin jauhlah diri kita dari amal-amal produktif yang sedikit berat. Dan itulah yang disebut dengan Anti-Optimis.

Orang optimis bukan berarti orang yang terlalu PD. Dia hanya lah orang yang sangat yakin bahwa Yang Maha Pencipta, Allah SWT akan senantiasa membantunya. Dia tidak berpegang pada prinsip, kehebatan dirinya dikarenakan potensi dan kemampuan yang ia miliki. Melainkan, ia meyakini bahwa selama seseorang itu berusaha dengan sebaik-sebaiknya dan percaya akan kuasa kehendak milik Allah SWT, maka tidak ada alasan lain untuk tidak berlaku optimis dalam kehidupan. Karena kenapa? Karena dibalik semua usaha yang dilakukan oleh orang-orang optimis, ia senantiasa tetap menggantungkan harapan dan ikhtiarnya kepada kehendak Yang Maha Berkehendak lagi Maha Penolong. Bukan kah itu sudah sangat-sangat cukup?

Wallahu 'alam bishowab.

4 comments:

toufan tambunan said...

optimis harus kita yakini sebagai bentuk usaha yang sebaik-baiknya dan didasari pada kepercayaan penuh akan dukungan Allah.
tapi optimis juga harus mampu didukung oleh kemampuan (kapabilitas) yang memadai, tidak sekedar spekulasi atau terlalu pede.
----
anti-optimis juga bisa berarti,
anti = kamu, panggilan bagi wanita, dalam bahasa arab
kamu-optimis ?

maksudnya yang mana nih ?

dOnifErdiAn said...

iya nih, raden mas arki rifazka.. optimis yang mana ya..??

jadi kalo buat laki2.. ana-optimis??

Raden Mas Arki Rifazka said...

atni-optimis itu artinya

anti = gak boleh kena (mirip dengan anti air yang artinya gak boleh kena air)

atau bisa juga

anti = tahan (nah yang ini berada satu tingkat diatas gak boleh kena, karena dia bisa saja kena tetapi dapat menahannya dengan segenap....bla bla bla)

nah lu berdua pikirin aja sendiri ya...!!!!!!!

hery said...

Yang penting kita yakin tujuannya baik, bagi aku nggak masalah untuk melakukan sesuatu. Masalah gagal itu biasa, janganlah kegagalan menjadi alasan untuk tidak berusaha. Prinsipku mendingan terlalu PD dari daripada minder

 
Design by Wordpress Theme | Blogger Templates | JCPenney