Sunday, March 04, 2007

Dakwaan dan Klarifikasi

Biasanya terkait dengan suatu permasalahan, terdapat dua pihak yang secara lazim muncul dengan sendirinya yaitu, pihak terdakwa dan pihak pendakwa. Yang mana pihak pendakwa berperan sebagai penuntut, sedang terdakwa sendiri memainkan peran yang dipojokkan. Karena memang terdakwa, diposisikan sebagai orang yang nyaris bersalah yang bisa juga benar-benar tidak bersalah.

Suatu dakwaan yang dilayangkan kepada seseorang, pada perkembangannya ternyata tidak selamanya didasari pada landasan yang kuat. Kan tetapi, seringkali dakwaan dilayangkan dengan dasar tudingan, isu, atau gosip. Maka tak heran apabila saat ini kita banyak menyaksikan dua kubu selebritis saling serang dan saling menjatuhkan di berbagai infotainment namun tanpa disertai bukti-bukti yang autentik. Lebih banyak berupa opini yang dibuat seperti fakta.

Fenomena ini, sudah sangat tidak layak untuk dipelihara. Karena kenapa? Sebab kedua belah pihak yang bersangkutan tidak pernah dipertemukan untuk membicarakan permasalahan yang sebenarnya. Terlebih lagi apabila si terdakwa, tidak segera melakukan klarifikasi terhadap isu atau gosip yang menimpanya. Kesalahan fatal inilah yang kemudian membuat orang-orang semakin berspekulasi dan tentunya semakin hari semakin memperburuk citra dari si terdakwa.

Maka dari itu, tentunya kita dapat mengambil pelajaran bahwa akan sangat tidak baik apabila suatu permasalahan dibiarkan mengendap terlalu lama oleh terdakwa tanpa klarifikasi. Walaupun nyata-nyata isu yang menimpa terdakwa tadi adalah tidak benar. Karena memang itulah yang dibutuhkan oleh orang-orang yang berada di sekelilingnya, sebuah klarifikasi dari sang terdakwa terkait permasalahan yang menimpanya. Klarifikasi yang dapat mematahkan berbagai isu/tudingan yang berkembang di tengah-tengah suatu komunitas.

1 comments:

acha said...

ceritanya ngga jelas ki

*pura-pura ngga tahu*

 
Design by Wordpress Theme | Blogger Templates | JCPenney