Wednesday, March 14, 2007

Memaksakan Kehendak

Ingin agar pendapatnya senantiasa diterima, tetapi dengan cara yang memaksa, tidak dapat dipelihara dalam kehidupan berorganisasi atau sosial. Sebab, ide/gagasan yang ada di dalam kepala seseorang, belum tentu sama dengan apa yang ada di dalam kepala seseorang yang lain. Apalagi jika yang terlibat dalam perumusan solusi itu tidak hanya berjumlah dua orang saja. Maka dapat dipastikan bahwa kemungkinan munculnya berbagai ide/gagasan akan jauh lebih besar.

Perbedaan pendapat, pada dasarnya berawal dari perbedaan persepsi yang dimiliki masing-masing orang yang terlibat. Dan hal ini sudah semestinya terjadi, khususnya di lingkup an kerja organisasi yang tergolong dinamis. Maka dari itu, ketika di dalam suatu organisasi sudah mulai terdapat tanda-tanda dimana suatu pihak akan memaksakan kehendaknya kepada pihak yang lain, sebisa mungkin hal seperti itu harus segera diantisipasi. Karena yakinilah bahwa tata kerja organisasi hanya akan dapat dibangun dengan prinsip saling memahami diantara seluruh personilnya. Tanpa ada pemaksaan kehendak dari suatu pihak untuk membuat pihak lain menerima ide/gagasannya.

Sikap memaksakan kehendak pada perkembangannya pun dapat berakibat buruk pada tatanan kerja organisasi. Karena pemaksaan kehendak dapat;

  • Membuat orang lain menjadi malas dan enggan untuk berpartisipasi
  • Membuat proses rapat/diskusi menjadi garing, karena hanya didominasi oleh suatu pihak yang cenderung untuk memaksakan kehendaknya
  • Mengebiri potensi kemunculan ide/gagasan di dalam rapat
  • Membuat seseorang/lebih menjadi tidak betah berada dalam organisasi tersebut
  • Menimbulkan konflik personal, yang mungkin saja sebagai puncak dari segala ketidaknyamanan yang telah disebutkan di atas.

Oleh karena itu, sebisa mungkin dalam menjalankan organisasi, antisipasi lah sedini mungkin kemungkinan terjadinya fenomena pemaksaan kehendak. Apalagi saat ini, ditengah-tengah perkembangan ilmu manajemen organisasi yang tidak hanya mengajarkan metode Top-Down Approach saja, melainkan juga Bottom-Up Approach sebagai penyetara dan pemberi respon balik atas berbagai kebijakan organisasi yang berasal dari level management yang berada di atasnya.

Wallahu 'alam bishowab.

1 comments:

toufan tambunan said...

seharusnya dalam diskusi atau musyawarah, setiap orang jangan egois dengan pendapatnya masing2x, harus ada inisiatif dan kesadaran dari masing-masing individu untuk mencari jalan tengah dan jalan terbaik.
kalao tidak, ya bakalan jadi debat kusir....

 
Design by Wordpress Theme | Blogger Templates | JCPenney