Saturday, March 10, 2007

Keteladanan

Menjadi teladan bagi orang lain, agaknya terlalu berat untuk dibayangkan. Khususnya bagi seseorang yang meyakini bahwa ia masih memiliki segudang kekurangan dan khawatir apabila suatu saat dirinya akan berbuat kekhilafan. Memang seperti itulah manusia. Tidak pernah dapat terlepas dari salah atau khilaf, karena itu semua merupakan bagian dari aspek kemanusiaan yang sewajarnya ada pada diri manusia.

Alasan-alasan yang sejenis dan senada dengan di atas, pada dasarnya tetap saja tidak dapat dijadikan argumen bagi setiap orang untuk tidak mencontohkan perbuatan yang baik kepada manusia lain. Sebab hidup adalah media bagi kita untuk beribadah kepada Allah SWT. Yang mana dalam kesehariannya, ibadah tidak hanya dibatasi pada ibadah vertikal (hamba kepada sang khalik), kan tetapi juga ibadah horizontal-sebagai perwujudan dari penghambaan kita kepada Allah SWT.

Maka dari itu, seketika kita menyadari arti pentingnya berbuat baik kepada orang lain, dan kemudian mewujudkannya dalam sebuah perbuatan yang nyata, secara otomatis kita telah bergabung dalam barisan orang-orang yang akan atau sedang memberikan teladan bagi sesamanya. Dimana keteladanan yang dimaksudkan tadi, dilakukan melalui amalan kita yang dapat menginspirasikan orang lain untuk turut berbuat kebajikan.

"Manusia itu bukan malaikat yang tidak pernah berbuat khilaf"

Dari pemaparan di atas dapat dikatakan bahwa menolak memberi keteladanan, pada hakikatnya tidak berbeda dengan konteks menolak ajakan berbuat kebajikan dalam hidup. Padahal kebajikan itu sudah pasti membawa manfaat. Dan manfaat itu tentulah membawa kebaikan bagi sesama manusia. Maka apalagi alasan bagi seseorang menolak memberikan keteladanan yang diwujudkan dalam amal baik?

"manusia yang paling berharga adalah manusia yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain" (intisari hadis)


3 comments:

hery said...

jd inget slilit sang kyai punya Emha, kisah antara kyai dan semut

joni said...

thanks mas pencerahannya, ya mudah2an kita semua termasuk teladan bagi keluarga kita, Amin.

Raden Mas Arki Rifazka said...

@joni
sama-sama mas jon, saya juga lagi belajar kok...

 
Design by Wordpress Theme | Blogger Templates | JCPenney